Lebih lanjut, Puan menegaskan seluruh kader harus tegak lurus terhadap arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri demi kemenangan Pemilu 2024. Baik dalam kemenangan PDIP di Pileg, maupun kemenangan Ganjar Pranowo yang telah diamanatkan oleh partai sebagai bakal capres untuk periode 2024 sampai 2029.
“Kekuatan PDI Perjuangan adalah karena kita solid, selalu tegak lurus pada instruksi ketua umum, selalu berada dalam satu rampak barisan,” tegas cucu Bung Karno tersebut.
“Dengan kekuatan soliditas itulah, Partai kita bisa kuat dan mampu menghadapi tekanan situasi politik berhadapan dengan partai-partai lain dan kekuatan politik lainnya,” sambung Puan.
Kader PDIP pun diingatkan agar tidak terlena kepada hasil survei yang menyatakan PDIP memiliki potensi suara lebih banyak dibanding partai-partai lainnya. Puan menegaskan, seluruh kader PDIP harus selalu bersiap dalam kondisi apapun.
“Kita menyaksikan dinamika politik menjelang pemilu 2024 semakin tinggi, gerakan partai-partai politik, gerakan kekuatan-kekuatan politik, munculnya tokoh-tokoh politik yang ingin memojokkan PDI Perjuangan, dan tarik menarik kepentingan untuk pemilu 2024,” ujarnya.
“Tentu saja tidak ada lawan politik yang ingin kita menang. Kekuatan PDI Perjuangan adalah karena kita solid, selalu tegak lurus pada instruksi ketua umum, selalu berada dalam satu rampak barisan,” imbuh Puan.
Ketua DPP PDIP Bidang Politik ini meyakini, kekuatan soliditas partai akan kuat dan mampu menghadapi tekanan situasi politik saat berhadapan dengan partai-partai lain dan kekuatan politik lainnya. Puan mengatakan, dinamika politik ke depan menuntut seluruh kader, Bacaleg, dan 3 pilar partai untuk tetap dalam satu barisan partai yang terpimpin.
“Tidak dibenarkan ada kader yang di luar barisan. Pimpinan Partai di setiap tingkatan agar memastikan seluruh kader dan 3 Pilar Partai berada dalam barisan yang solid dan kompak,” katanya.
“Mari kita jaga bersama soliditas Partai, selalu tegak lurus dan jangan terprovokasi, jangan mau diadu domba!” lanjut Puan.
Menurutnya, semua kader PDIP harus selalu mawas diri dan mewaspada hal-hal kecil ataupun hal-hal yang tidak disadari sebagai keburukan. Puan meminta, semua kader mampu menyadari hal-hal yang akan menjadi perhatian lawan, termasuk harus berhati-hati di media sosial (medsos).
“Medsos sudah menjadi alat yang sangat efektif dalam menjatuhkan citra seseorang maupun partai. Oleh karena itu selalu mawas diri, jangan arogan, tunjukkan sebagai kader partai yang dekat dengan rakyat,” sebut peraih 2 gelar Doktor Honoris tersebut.
Puan lantas menekankan semangat gotong royong dalam sebuah jargon.
“Marilah kita berjuang dalam satu rampak barisan, tegak lurus pada ketua umum, membentuk dan membangun kekuatan untuk menang hatrick pemilu 2024. Dhanna eva hato hanti: bersatu karena kuat, kuat karena bersatu,” tutup Puan.














