“Dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, saya selalu menyempatkan datang dan bertemu kelompok petani di wilayah tersebut. Kehadiran DPR penting untuk menyerap aspirasi petani sehingga kami bisa turut membantu mencarikan solusi dari persoalan yang mereka hadapi,” jelas Puan.
“DPR akan terus memonitor situasi harga pangan dan melakukan tindakan antisipatif dengan mengirimkan rekomendasi ke Pemerintah jika diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tambah mantan Menko PMK tersebut.
Lebih jauh, Puan mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kolaborasi dengan negara-negara lain sebagai langkah antisipasi kenaikan harga pangan global.
Apalagi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 yang baru saja digelar di Labuan Bajo kemarin, persoalan pangan juga menjadi salah satu isu yang dibahas.
Hal tersebut juga sesuai dengan tema KTT ASEAN ke-42 yakni, ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.
“Penting untuk mencapai pertumbuhan sosial ekonomi yang inklusif, agar kita bisa menjadikan ASEAN sebagai Epicentrum of Growth sehingga tidak ada satu orang pun masyarakat dunia yang tertinggal,” ucap Puan.
Dari sisi parlemen, ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) atau forum parlemen Asia Tenggara yang tahun ini berada di bawah keketuaan Indonesia juga sudah memberikan rekomendasi terkait persoalan pangan.














