Rekomendasi melalui AIPA Message itu disampaikan oleh Puan dalam salah satu sesi pleno di KTT ASEAN, yakni pada agenda Interface ASEAN-AIPA yang dihadiri semua pimpinan pemerintahan dan parlemen negara Asia Tenggara, Rabu (9/10) kemarin.
Salah satu poin AIPA Message yang disampaikan Puan adalah agar negara-negara Asia Tenggara meningkatkan kemampuan tanggap ketahanan ASEAN.
“Termasuk berfokus pada ketahanan energi dan pangan dalam konteks kawasan dan komunitas global yang dinamis,” demikian salah satu AIPA Message yang dibacakan Puan di hadapan pimpinan 11 negara Asia Tenggara.
Dalam sambutannya di Interface ASEAN-AIPA, Puan juga menekankan pentingnya kerja sama negara-negara ASEAN demi menuju kawasan yang damai dan stabil sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hal ini penting untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, apalagi dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan global.
Ancaman-ancaman tersebut mulai dari cuaca yang tidak dapat diprediksi karena perubahan iklim, krisis energi dan pangan yang disebabkan oleh perang, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang dipicu oleh konflik kepentingan.
“Semuanya akan berdampak pada ekonomi dan masyarakat kita. Maka kita harus mengintensifkan regionalisasi untuk mengatasi segala kemungkinan ancaman, baik perlambatan ekonomi, mengatasi gangguan rantai pasokan, memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan terpinggirkan,” papar Puan.














