Menurut Puan, pertemuan ini telah memberikan ruang diskusi dan berbagi pengetahuan antara anggota parlemen dunia dengan pakar, organisasi internasional, dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara.
“Hari ini, saya menutup pertemuan Parlemen dengan menyampaikan komitmen parlemen dunia untuk mengatasi krisis air secara bersama-sama,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Komitmen parlemen tersebut dituangkan dalam sebuah Communique, sebagai outcome document dari Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th WWF.
Dokumen hasil pertemuan itu diberi nama Nusa Dua Communique yang memuat rekomendasi parlemen untuk aksi air.
Berikut poin-point penting dari Nusa Dua Communique:
1) Menjadikan upaya mengatasi krisis air sebagai bagian dari percepatan pencapaian SDGs;
2) Mendorong pengelolaan air yang mengedepankan pemenuhan hak asasi manusia;
3) Memaksimalkan peran pengawasan parlemen dan partisipasi publik untuk menyelesaikan berbagai hambatan terhadap akses air;
4) Meningkatkan inklusivitas perumusan kebijakan tentang air;
5) Memastikan air menjadi bagian yang terintegrasi dengan strategi nasional adaptasi perubahan iklim; serta
6) Mendorong pembiayaan yang inovatif untuk tata kelola air.














