Puan menyebut, anggota parlemen dari 49 negara yang telah berdiskusi dalam Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th WWF telah menegaskan kembali pentingnya memobilisasi tindakan parlemen mengenai air untuk keamanan dan kemakmuran global.
Terkait komitmen menjadikan upaya mengatasi krisis air sebagai bagian dari percepatan pencapaian SDGs, parlemen global juga sepakat untuk memberikan perhatian lebih terkait isu dan agenda tentang permasalahan air di lembaga legislatif masing-masing negara.
“Kami sepakat memastikan air menjadi salah satu agenda utama parlemen dan dimasukkan ke dalam komite parlemen atau struktur lainnya,” jelas Puan.
Lebih lanjut, Nusa Dua Communique juga berisi tentang pentingnya air bagi kemajuan setiap negara. Sebab potensi air sangat besar sebagai sumber energi, sumber ketahanan pangan, dan sumber transformasi menuju kemajuan ekonomi.
Oleh karenanya, disampaikan Puan, parlemen dunia sepakat memperbaiki akses terhadap air bersih merupakan cara terbaik untuk mengurangi ketimpangan, mengatasi masalah stunting dan kesehatan.
Di acara penutupan, Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 tahun 2022 itu pun mengajak anggota parlemen dunia yang hadir untuk betul-betul serius menyikapi hasil dari pertemuan ini.














