Terkait hal ini, Puan menyebut PDIP mengambil sikap mendukung pemerintahan tetapi tidak mengirim perwakilan ke kabinet.
“Dan sampai saat ini tidak ada orang di dalam atau kader PDI Perjuangan yang masuk dalam kabinet,” jelas Puan.
Mantan Menko PMK itu mengatakan, PDIP tetap akan bersikap kritis jika ada kebijakan yang tidak memihak rakyat.
Sikap tersebut, kata Puan, semata mata agar pemerintahan saat ini berjalan dengan baik dan lancar.
“Jadi artinya posisinya, jika kemudian program-program tersebut tidak sesuai kami akan meluruskan dan kami boleh berbicara dalam arti jangan sampai kemudian program itu belok-belok dan tidak untuk seluruh rakyat Indonesia,” ucap cucu Bung Karno itu.
Dalam kesempatan yang sama, Puan buka suara soal kandidat Sekretaris Jenderal PDIP definitif pasca Hasto Kristiyanto lengser.
Sebagai informasi, saat ini posisi Sekjen PDIP dijabat sekaligus oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang diumumkan secara resmi pada pelantikan jajaran DPP periode 2025-2030 usai Kongres ke-VI PDIP di Bali pada Sabtu, 2 Agustus lalu.
Puan mengatakan, akan ada kejutan terkait nama sekjen baru PDIP. Ia pun meminta semua pihak menunggu keputusan prerogatif dari Megawati sebagai Ketum PDIP.















