Sekampung menjadi total seluas 70.000 hektar sehingga meningkatkan intensitas tanam menjadi 260% terutama untuk Kabupaten Pringsewu.
Bendungan ini juga akan menyediakan air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2.480 liter/detik, potensi listrik 5,4 MW, mereduksi banjir sebesar 185 m3/detik serta menjadi objek wisata di Kabupaten Pringsewu.
Saat ini progres fisiknya sudah sebesar 77,5 %.
Apabila sudah beroperasi, Menteri Basuki meminta agar tidak dipasang keramba apung yang bisa menurunkan kualitas air bendungan.
Bendungan Way Sekampung dibangun dengan biaya Rp1,7 triliun.
Pengerjaannya terbagi menjadi dua paket yang dikerjakan oleh PT. PP dengan nilai kontrak Rp 873 miliar dan PT. Waskita Karya sebesar Rp 829 miliar.
Sedangkan untuk Bendungan Margatiga saat ini juga tengah dalam tahap pembangunan dengan kapasitas tampung total 147,94 juta m3 di hilir Sungai Way Sekampung.
Pembangunan Bendungan Margatiga di Kecamatan Margatiga, Lampung Timur diproyeksikan akan mengairi lahan irigasi seluas 10.950 Ha dan sebagai sumber air baku berkapasitas 830 liter/detik.
Konstruksi bendungan dikerjakan oleh PT. Waskita Karya-Adhi, KSO dengan nilai kontrak Rp 813 miliar.















