Dari total 18.412 unit, sudah dibangun sebanyak 4.670 unit dimana sebagian sudah selesai.
Dalam membangun rumah tahan gempa, masyarakat didampingi oleh fasilitator. Saat ini terdapat 766 orang fasilitator termasuk CPNS PUPR, sementara kebutuhannya diperkirakan sebanyak 2.700-3.000 fasilitator.
“Kita berupaya untuk mempercepat, diantaranya dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja dan pasokan bahan bangunannya. Saat ini kami sedang melatih 600 CPNS PUPR sehingga nanti akan menjadi 1.366 Fasilitator. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan dukungan dari TNI sebanyak 1.500 orang sehingga total sebanyak 2.866 fasilitator,” Kata Menteri Basuki
Berbeda dengan NTB, rehab dan rekon di Palu, Donggala dan Sigi di Provinsi Sulteng dilakukan dengan merelokasi tempat tinggal penduduk, terutama untuk permukiman warga yang terdampak tsunami dan likuifaksi.
“Untuk relokasi itu dibutuhkan proses, termasuk penentuan lokasi dan pengadaan lahan yang saat ini masih diproses di Kementerian ATR/BPN. Untuk itu kita bangunkan Hunian Sementara (Huntara),” katanya.
Dikatakan Menteri Basuki, dari rencana Huntara sebanyak 699 unit yang tersebar di 72 lokasi, saat ini sebanyak 691 unit di 72 lokasi sudah dikerjakan, dimana 231 unit sudah selesai dan 26 unit sudah dihuni. Ditargetkan seluruh huntara yang dibangun dapat rampung selambat-lambatnya pada akhir Februari 2019.













