Bupati Gowa Purichta Ichsan kemudian menetapkan status WASPADA dan meminta sepanjang aliran dan hilir bendungan untuk mengungsi. BBWS Pompengan Jeneberang juga membunyikan sirene sebagai peringatan dini kepada warga dan mengumumkan peringatan dini melalui rumah ibadah dan radio.
Pkl 13.40 WITA ; TMA +101.64 meter Status SIAGA.
Pkl 15.20 WITA ; TMA +101.78 meter Status SIAGA
Pkl 18.00 WITA ; TMA +101.87 meter Status SIAGA.
Rabu, 23 Januari 2019
Pkl 01.00 WITA ; TMA +101.56 meter Status SIAGA.
Pkl 04.00 WITA ; TMA + 101.28 meter Status SIAGA
Pkl 07.00 WITA ; TMA + 100.99 meter Status SIAGA
Pkl 11.00 WITA ; TMA + 100.77 meter Status SIAGA.
Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan curah hujan ekstrem telah mengakibatkan naiknya TMA Bendungan Bili-Bili. Dari data yang dihimpun di tiga pos curah hujan pada Selasa (22/1/2019), curah hujan di Pos Limbungan tercatat 328 mm, Pos 1 (Bawakaraeng) sebesar 308 mm dan Pos Lengkese tercatat sebesar 329 mm.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan akibat terjadinya peningkatan TMA Bendungan Bili-Bili sudah sesuai SOP Bendungan. TMA +101.87 meter menjadi elevasi tertinggi dalam catatan pengoperasian Bendungan Bili-Bili,” kata Hari.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kementerian PUPR melalui BBWS Pompengan Jeneberang dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa dan sekitarnya akan terus menyampaikan update tinggi muka air Bendungan Bili-Bili dan tingkatan bahayanya.












