“Kalau visi Presiden tentang pembangunan infrastruktur tidak berhasil, maka yang salah adalah Menterinya yang tidak bisa melaksanakan visi Presiden,” kata Menteri Basuki mengingat jabatan Menteri adalah pembantu Presiden.
Kepada mahasiswa baru, Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa visi pemindahan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) merupakan katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia, melalui representasi ibukota negara. IKN juga dibangun untuk menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan. “Terakhir, desain kota yang mencerminkan identitas bangsa, mulai dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 45,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kuliah umum tersebut Dekan Fakultas Teknik UGM Nizam, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang Akhmad Cahyadi, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.(*)














