Musim kemarau dan kebocoran air mengakibatkan debit air Sungai Cisadane mengalami penurunan dari kondisi normal 12,5 meter, kini 11,3 meter. Meski begitu, menurut Bambang, penurunan tersebut belum masuk level kritis yakni dibawah 10 meter.
Walaupun mengalami penurunan, masih dapat mengairi sebagian besar Daerah Irigasi Cisadane. “Di Cisadane Barat Laut dari total 9.525 hektar, seluas 710 hektar mengalami kekeringan. Sebagaian besar masih mendapatkan pasokan air dari bendung ini,” jelas Bambang.
Perbaikan pintu air bendung dikerjakan oleh kontraktor PT Barata Indonesia (Persero) dengan biaya sebesar Rp 90 miliar. ***














