“Namun perhitungan kontraktor biaya yang dibutuhkan Rp 60 juta/unit. Kami masih melakukan exercise penghematan agar harganya bisa tetap Rp 50 juta/unit. Semua huntap yang akan dibangun memenuhi standar bangunan tahan gempa,” kata Arie.
Saat ini desain kawasan huntap sudah ada termasuk mengakomodir prasarana dan sarana umum juga disiapkan seperti akses jalan, listrik dan air. Dalam desain tersebut juga mengakomodir area yang diperuntukan bagi donatur yang ingin membantu pembangunan huntap. Rumah contoh Risha juga sudah dibangun di lokasi rencana relokasi.
Para penghuni huntara akan mendapatkan satu unit huntap dengan luas tanah 150 meter persegi (m2) dengan bangunan tipe 36. “Huntap bukan merupakan ganti rugi namun bantuan dari Pemerintah. Konsepnya adalah rumah tumbuh. Kami juga tengah membahas usulan warga yang membutuhkan luasan rumah lebih besar karena jumlah anggota keluarganya. Sehingga diharapkan bisa dikerjakan dari awal pembangunan huntap,” pungkas Arie.
Menurut Arie, huntap juga diperuntukan bagi warga yang rumahnya yang berada di jalur patahan Sesar Palukoro. Namun meski huntap nantinya rampung, menurut Arie tidak mudah untuk mengajak masyarakat pindah ke lokasi permukiman baru karena berbagai faktor seperti kedekatan dengan mata pencaharian maupun keluarga. (*)














