Kementerian PUPR pada Rabu pagi, (19/12/2018), telah menerjunkan Tim Geoteknik Pusjatan Balitbang dan Komisi Keselamatan Konstruksi untuk menginvestigasi penyebab amblesnya jalan. Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga sebagai pembina penyelenggaraan jalan sesuai UU No. 34 tahun 2004 tentang Jalan, akan memastikan sistem jaringan jalan tidak terganggu akibat peristiwa ini.
Dari hasil pengamatan lapangan yang dilakukan Komite K2 dan Tim Kementerian PUPR disampaikan beberapa tindakan preventif agar amblesan tanah tidak meluas. Antisipasi yang perlu dilakukan adalah pengamanan segera terhadap gedung-gedung sekitar lokasi terkait musim hujan yang dapat mempengaruhi pola longsoran.
Metode pengamanan awal untuk mencegah kelongsoran susulan, terutama Gedung Elizabeth dan Gedung Bank BNI adalah menggunakan steel sheet pile yang dipasang kurang lebih 17 meter dari Gedung BNI dan Toko Elizabeth ke arah barat (RS Siloam) sepanjang lebar bangunan-bangunan terdampak untuk mendukung stabilitas bangunan tersebut.
Selain itu dilakukan pengamanan lokasi dalam radius 20 meter dari tepi tanah longsor dan memantau pergerakan tanah. Untuk mencegah gerusan tanah akibat air hujan di lokasi longsor agar segera menutup saluran air dan pipa PDAM yang terputus.















