Menurut Osman, kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap akses jalan darat untuk mengirim logistik ke Kabupaten di Pegunungan Tengah disebabkan akan memangkas ongkos kirim yang mereka keluarkan.
Selama ini biaya pengiriman dari Jayapura- Wamena rata-rata sebesar Rp 13.000/kg dengan menggunakan pesawat, sementara biaya angkut lewat jalur darat berkisar Rp 7.000/kg. Kondisi jalan tanah dan kerikil mudah rusak saat dilewati kendaraan dengan beban berlebih yang mengangkut barang-barang kebutuhan pokok, terlebih pada musim hujan.
“Perbaikan sudah kami lakukan sejak tanggal awal Januari 2019 yang lalu,terutama di beberapa lokasi yakni pada KM 276, KM 306, KM 310,dan KM 386. Untuk mempercepat pekerjaan, kami akan menambah peralatan,” ujar Osman.
Untuk menjaga kesinambungan antara proses pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang ingin melewati ruas jalan tersebut, Kementerian PUPR sebelumnya telah berkoordinasi kepada Pemerintah Daerah melalui Pemda Kabupaten Yalimo dan Kepolisian setempat untuk menutup ruas jalan tersebut.
Namun, karena antusiasme warga untuk melintasi jalan, Osman mengatakan hanya diberlakukan pembatasan ijin melintasi ruas jalan yang dibuka seminggu sekali, yakni pada hari Minggu.














