JAKARTA-Kontraktor Indonesia sudah memiliki kemampuan mengerjakan hampir seluruh proyek-proyek infrastruktur besar dengan teknologi tinggi.
Dengan semakin profesionalnya kontraktor nasional baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, maka kebutuhan akan kontraktor asing semakin sedikit.
“Pada 20-30 tahun lalu, pembangunan gedung tinggi masih dikuasai kontraktor asing. Sekarang kita berbangga karena sudah dikerjakan kontraktor dalam negeri. Saat ini keterlibatan kontraktor asing diantaranya hanya pada proyek MRT (Mass Rapid Transportation) Jakarta,” kata Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) saat membuka Musyawarah Nasional Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) ke 14 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (15/3/2019).
Demikian halnya dalam pembangunan bandara yang sebelumnya dikerjakan oleh kontraktor asing, kini dilakukan kontraktor nasional.
Kunci utama untuk meningkatkan profesionalisme kontraktor nasional yakni pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terus mengikuti perkembangan teknologi dalam era industri digital.
“Bila tidak, maka akan berpengaruh juga pada kualitas pembangunan yang dikerjakan. Saya selalu menekankan prinsip kualitas, biaya, dan waktu dalam pembangunan. Kualitasnya harus baik, waktu harus tepat, dan efisiensi biaya harus jadi hal utama. Tanpa hal tersebut, maka kita tidak mungkin mencapai suatu kemajuan dan juga kemandirian, serta manfaat yang besar bagi masyarakat,” tutur Wapres JK.














