Disamping itu, manfaat lainnya adalah, terjaminnya kapasitas pasokan bahan baku, waktu proses produksi lebih cepat, dan mengurangi kebutuhan inventarisasi perusahaan,”tambahnya.
Dari beberapa manfaat tersebut, PLB dinilai dapat memperbaiki rantai pasok industri di dalam negeri. “PLB ini tidak terbatas pada komoditas . Perusahaan bisa mengambil logistik secara real time. Jadi, PLB ini mampu memperbaiki supply chain sekaligus mempersiapkan masuk ke Industry 4.0,” ujarnya.
Airlangga menegaskan, rantai nilai industri tidak boleh ada gangguan, sehingga keberlangsungan industri dapat terus berjalan baik dan berdaya saing. “Pemerintah juga tengah berupaya menurunkan biaya infrastruktur energi untuk mendongkrak daya saing industri di Indonesia,” tuturnya.
Airlangga menilai, PLB menjadi salah satu fasilitas yang mampu menurunkan biaya infrastruktur industri di dalam negeri dan perbaikan biaya energi industri yang sedang dikaji melalui penurunan harga gas. “Jika keduanya sudah selesai, kami yakin industri nasional akan bangkit kembali,” harapnya.
Saat ini, terdapat 11 PLB di Indonesia, yaitu (1) PT Cipta Krida Bahari yang berlokasi di Cakung, Jakarta, yang menampung barang untuk mendukungindustri migas dan pertambangan, (2) PT Petrosea Tbk., berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menampung barang untukmendukung industri migas dan pertambangan, (3) PT Pelabuhan Panajam Banua Taka yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, menampung baranguntuk mendukung industri migas dan pertambangan.














