Dua “perang” besar, menurut Putut Prabantoro, akan dihadapi Indonesia yakni yang pertama adalah perang melawan bencana dan kedua adalah mewujudkan ketahanan nasional.
Bangsa Indonesia tidak dapat menghindar dari bencana alam.
Bencana itu tidak akan memandang suku, agama, ras ataupun kelompok.
Para korban bencana tidak bisa memilih siapa yang akan menolong mereka untuk lepas dari penderitaan dan itu tidak ada kaitannya dengan agama, suku, ras ataupun kelompok.
Bencana hanya bisa dihadapi dengan gotong royong, persatuan dan solidaritas yang tinggi seluruh bangsa.
“Ketahanan Nasional hanya bisa terwujud ketika kita memiliki kedaulatan penuh atas bangsa, negara dan wilayah Indonesia. Itu terwujud dan ditentukan oleh ketahanan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (hankam). Ipoleksosbudhankam inilah yang akan menentukan modal utama Indonesia yakni demografi, sumber kekayaan alam dan geografi. Bagaimana kita mewujudkan ketahanan nasional di bidang ideologi dan politik, jika Pancasila sebagai dasar negara saja masih diperdebatkan dan bahkan ingin diganti,” tegas Putut Prabantoro.
Putut Prabantoro juga menegaskan bahwa Indonesia juga tidak mewujudkan ketahanan nasional di bidang ekonomi, jika sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh asing.














