JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja yang positif pada kuartal II 2025, tecermin dari laba bersih naik double digit sebesar 10,21 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp3,74 triliun dari Rp3,39 triliun periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami sampaikan kinerja Bank Syariah Indonesia pada kuartal II 2025, alhamdulillah pada kuartal II ini laba Bank Syariah Indonesia tumbuh double digit atau 10,21 persen,” kata Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 22 September 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aset BSI tercatat tumbuh 10,82 persen yoy menjadi Rp400 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan syariah sebesar 7,83 persen maupun perbankan nasional yang naik 6,43 persen.
“Demikian juga pembiayaan Bank Syariah Indonesia tumbuh di 13,93 persen, industri perbankan syariah 8,37 persen, dan industri perbankan di angka 7,3 persen dan yang terakhir Dana Pihak Ketiga Bank Syariah Indonesia tumbuh 8,83 persen, industri perbankan syariah 6,91 persen dan DPK nasional 6,96 persen,” imbuhnya.
Anggoro juga merinci, untuk pembiayaan BSI pad kuartal II 2025 mencapai senilai Rp293,24 triliun naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp257,39 triliun.














