JAKARTA-Badan usaha special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) kembali membangun Desa Devisa dalam upaya meragamkan jenis produk unggulan berorientasi ekspor yang diharapkan menjadi sumber devisa bagi negara.
Menurut Direktur Eksekutif LPEI, James Rompas dalam siaran pers Rabu (3/11), LPEI sebagai SMV Kemenkeu bersinergi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindang Kabupaten Gresik, Jawa Timur membangun Desa Devisa Tenun Gresik.
Program Desa Devisa dimulai sejak 2019 yang diawali dengan membangun Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali yang memiliki komoditas unggulan berupa biji kakao difermentasi.
Selanjutnya, LPEI membangun Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan yang sejauh ini melakukan ekspor ke Eropa.
“Program Desa Devisa yang dimiliki LPEI bertujuan untuk membangun dan meningkatkan potensi suatu kawasan yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor, serta diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat mencapai kondisi sosial ekonomi budaya yang lebih baik dan juga menghasilkan devisa dari kegiatan usaha yang dilaksanakan secara berkesinambungan,” papar James.













