SAN FRANCISCO-Thunkable, platform yang mendukung siapa saja untuk membuat aplikasi seluler yang asli (native), mengumumkan peluncuran Thunkable ✕ di San Francisco, Selasa (5/6). Thunkable ✕ merupakan alat membuat aplikasi yang lintasplatform. Artinya, seluruh aplikasi yang dibuat dengan Thunkable ✕ bisa dipakai di perangkat Android maupun iOS.
“Biasanya, membuat sebuah aplikasi dapat memerlukan dana ratusan ribu dolar dan dua tim ahli teknik–satu tim untuk Android dan satu tim lagi untuk iOS. Namun kini, kalangan yang bukan programer (non-coders) bisa dengan mudah membuat aplikasinya sendiri dalam satu platform, dan aplikasi tersebut akan dapat dipakai di perangkat Android, iPhone dan iPad,” jelas Arun Saigal, Salah Satu Pendiri dan CEO Thunkable.
Menurut Forrester Research, pasar bagi platform low-code/no-code akan mencapai $16 miliar pada 2020. Di pasar yang tengah berkembang ini, Thunkable telah berada di posisi yang tepat untuk menjadi pemimpin pasar dalam pembuatan aplikasi DIY.
Saat ini, ada lebih dari 500.000 pengguna Thunkable yang membuat lebih dari 1 juta aplikasi. Aplikasi yang dibangun dengan Thunkable memiliki +16 juta pengguna aktif per bulan (MAU), di 195 negara.
Yang membedakan Thunkable dalam bidang no-code/low code, fitur visual drag and drop dengan bahasa pemrograman termasuk cukup sederhana bagi siapa pun yang memakainya. Pada saat bersamaan, bahasa pemrograman tersebut mumpuni dan dapat disesuaikan untuk membuat aplikasi yang tak dapat dibedakan dari aplikasi buatan ahli teknik peranti lunak.













