Pendekatan ini diprakarsai oleh para peneliti di Google dan MIT, tempat Thunkable diinkubasi.
“Miliaran orang memiliki ponsel yang canggih, namun hanya beberapa ahli teknik yang mampu memrogram ponsel tersebut. Kami berupaya memberdayakan seluruh pengguna ponsel canggih agar dapat membuat teknologi selulernya sendiri,” tutur -Weihua James Li, Salah Satu Pendiri dan CTO Thunkable.
Para pengguna Thunkable dapat memilih beragam fitur dan integrasi untuk aplikasinya, termasuk Google Maps, Microsoft Image Recognition, metode pembayaran dengan memakai Stripe serta beberapa API lainya.
Hingga kini, Thunkable telah menghimpun pendanaan sebesar $3,3 juta dari Lightspeed Venture Partners, NEA, SV Angel, Y Combinator, PJC, Mandra Capital, Joe Montana’s Liquid 2 Ventures dan Zhen Fund.













