Disisi lain, kata Liya, Rakernas juga menekankan konsolidasi internal organisasi dan menyusun program yang mendukung program unggulan pemerintah yang terkait dengan pariwisata dan industri kreatif.
“Kita harus menguatkan ekosistem pariwisata, misalnya 7 subsektor prioritas seperti kuliner, kriya, fesyen, gim, aplikasi, musik dan film, animasi, serta video,” tuturnya.

Liya yang juga menjabat Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menegaskan bahwa Rakernas menitikberatkan pada industri ekonomi kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja banyak dan memiliki daya saing.
“Dengan penyerapan tenaga kerja itu maka kesejahteraan sosial masyarakat diharapkan makin meningkat. Sehingga jumlah kemiskinana bisa berkurang,” pungkasnya.***















