Seperti yang sudah diprediksi kenaikan permintaan akan minyak sawit akan datang dari negara yang berpenduduk mayoritas muslim karena adanya peningkatan konsumsi selama Ramadhan dan hari raya.
Kenaikan permintaan yang sangat signifikan datang dari Bangladesh. Volume ekspor ke negara ini tercatat meningkat 55% dibandingkan bulan lalu dari 116 ribu ton menjadi 180 ribu ton. Kenaikan permintaan juga datang dari Pakistan dimana volume ekspor tercatat meningkat 10% dibandingkan bulan sebelumnya dari 145 ribu ton menjadi 160 ribu ton.
Kenaikan permintaan yang cukup signifikan juga terjadi ke negara non-basis muslim Uni Eropa.
Uni Eropa membukukan peningkatan ekspor sebesar 37% dibandingkan dengan bulan lalu dari 277,4 ribu ton menjadi 381 ribu ton.
Diikuti China naik sebesar 9% dan India hanya membukukan kenaikan permintaan sebesar 3%.
Namun, Amerika Serikat mencatatkan pengurangan permintaan CPO dan turunannya asal Indonesia sebesar 27% dibandingkan bulan Mei dari 36 ribu ton menjadi 26,5 ribu ton.
Kenapa dinamika permintaan di atas terjadi?.
Dalam perspektif ekonomi global, CPO terus melemah dalam seminggu terakhir.
Pelemahan minyak sawit mentah diperkirakan karena adanya sentimen negatif yang bersumber dari IMF akan melakukan revisi terhadap pertumbuhan ekonomi global semester II/2014.













