JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Polda Metro Jaya kembali memeriksa secara detail kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI, M. Ilham Pradipta, yang terjadi pada 20 Agustus 2025 lalu.
Rekonstruksi yang berlangsung pada Senin (17/11/2025) itu menghadirkan tersangka, jaksa penuntut umum, penyidik TNI, dan tim penasihat hukum untuk memastikan kecocokan setiap adegan dengan berkas pemeriksaan, keterangan saksi, serta hasil olah tempat kejadian perkara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan bahwa proses rekonstruksi dilakukan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Betul, rekonstruksi perkara pembunuhan kepala cabang BRI oleh Subdit Jatanras Dit Reskrimum PMJ,” ujarnya mengutip laporan detik.com.
Sebanyak 57 adegan diperagakan para tersangka yang mengenakan baju tahanan oranye dengan tangan terikat kabel.
Setiap adegan memperlihatkan bagaimana penculikan, penganiayaan, hingga pembuangan jenazah korban direncanakan dan dijalankan secara terstruktur oleh 15 tersangka sipil dan dua oknum prajurit Kopassus.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, sebelumnya menjelaskan motif utama kejahatan ini berawal dari keinginan sejumlah pelaku untuk memanfaatkan rekening dormant.
“C alias K mengajak DH mencari kepala cabang bank untuk diajak bekerjasama memindahkan uang dari rekening dorman,” kata Wira.
Dari motif ini pula muncul empat klaster pelaku, yakni otak kejahatan, tim surveilans, tim penculik, dan tim penganiaya.
Para otak kejahatan menyerahkan eksekusi penculikan kepada Serka Mohammad Nasir, yang kemudian mengajak rekannya, Kopral Dua Feri Herianto (FH), membentuk tim lapangan.
Rekonstruksi memperlihatkan bagaimana rencana kejahatan disusun sejak pertemuan awal di sebuah kafe di Cibubur. Setelah itu, pada adegan ke-21, Kopda FH bertemu para eksekutor di sebuah warkop untuk mempersiapkan perlengkapan penculikan.
“Feri memberikan uang Rp 350 ribu kepada Reviando untuk membeli peralatan lakban, handuk kecil, dan beberapa bungkus rokok,” ujar penyidik membacakan ulang adegan tersebut.
Lakban hitam itu kemudian digunakan untuk melilit mata, mulut, dan tubuh korban.
Pada Rabu (20/8/2025), dua mobil pelaku bergerak menuju parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Salah satu mobil bahkan menutup sebagian pelat nomornya menggunakan lakban agar tidak mudah dikenali. Ketika Ilham berjalan ke arah mobilnya, para tersangka menyergap.
“Erasmus sama Andre keluar dan memaksa korban masuk ke mobilnya, langsung eksekusi. Refiando menarik kerah leher korban,” ungkap penyidik.
Di dalam mobil, korban dilakban dan diringkus dari berbagai sisi. Pada adegan-adegan selanjutnya, rekonstruksi memperlihatkan korban beberapa kali berusaha melawan, namun selalu dibalas dengan kekerasan.












