Peran Oknum TNI dalam Eksekusi
Kopda FH dan Serka Nasir terbukti memainkan peran besar, mulai dari merencanakan penculikan, membiayai perlengkapan, hingga memberikan upah setelah aksi dilakukan.
“Feri menyerahkan uang Rp 45 juta ke Eras Musuwalo sebagai imbalan melakukan pekerjaan penculikan terhadap korban,” ujar penyidik membacakan adegan rekonstruksi ke-39.
Keduanya juga diketahui mengarahkan perpindahan mobil serta lokasi pertemuan antarkelompok pelaku sepanjang perjalanan dari Pasar Rebo ke Kemayoran dan seterusnya.
Korban dipindahkan ke dalam mobil Fortuner yang berisi pelaku lain seperti Yohanes Joko dan David. Di dalam mobil itu, korban kembali mengalami kekerasan fisik hingga akhirnya terdiam.
“Korban terdiam di dalam mobil dan tidak melawan lagi, namun sesekali terdengar suara korban mengerang dan tangan yang bergerak,” demikian bunyi adegan ke-40.
Setelah itu, para pelaku membawa korban ke wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Di sana korban dibuang di semak-semak tanpa diketahui apakah masih hidup atau telah tewas.
Ilham kemudian ditemukan meninggal keesokan harinya, 21 Agustus 2025, dengan tubuh terikat lakban hitam.
Dengan rekonstruksi yang memperagakan 57 adegan, penyidik menegaskan bahwa rangkaian penculikan dan pembunuhan ini bukan tindakan spontan, tetapi kejahatan yang sangat terencana dan melibatkan banyak pihak dari berbagai latar belakang.
Kasus kini memasuki tahap penyempurnaan berkas untuk diserahkan ke jaksa, sementara satu pelaku lain berinisial EG masih dalam pengejaran.












