Angkatan kerja kita hingga kini masih 59% lulusan SMP.
Sektor pertanian yang menyerap 29,76% tenaga kerja hanya tumbuh kisaran 2-3%, kalah jauh dengan sektor tersier.
Lebih ironis sebagian besar pangan pokok rakyat ditopang dari impor.
Poin saya, harus ada kaitan sistemik antara upaya membuka investasi, penguatan UMKM sebagai mesin ekonomi, kompatibilitas lapangan kerja dengan postur tenaga kerja, kemandirian pangan dan energi sebagai sektor strategis.
Sehingga Indikator keberhasilan program antara K/L harus konvergen, tidak berdiri sendiri, lebih celaka lagi bila antar K/L berjalan sendiri sendiri.
Pemerintah menyadari bahwa respon atas pembesaran defisit fiskal, setidaknya dalam dua tahun anggaran ini berdampak pada membesarnya resiko utang pemerintah, karena membesarnya pembayaran bunga dan Pokok utang.
Atas pemahaman itu, pemerintah memandang penting menjaga tingkat utang yang aman dan fiskal yang sehat.
Membesarnya belanja utang dua tahun terakhir ini memang anomali, utang lebih dominan untuk konsumsi.
Langkah ini memang pilihan sulit pemerintah, sebab penerimaan perpajakan terkoreksi atas dua hal; skala ekonomi kita menurun, otomatis berakibat pula menurunnya penerimaan perpajakan, kedua, potensi penerimaan pajak terkoreksi karena dialokasikan untuk berbagai insentif pajak.













