Meningkatnya rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia salah satunya karena adanya penambahan infrastruktur ketenagalistrikan. Tambahan infrastruktur ketenagalistrikan sampai dengan akhir tahun 2018 dari pembangkit hampir mencapai 2 gigawatt (GW), sehingga total kapasitas terpasang pembangkit mencapai 62,6 GW.
Transmisi pun bertambah sepanjang 3.441,84 kilometer sirkuit (kms) dan penambahan gardu Induk sebesar 16.495 MVA.
Terkait dengan pelaksanaan Program 35.000 megawatt (MW), hingga akhir tahun 2018 adalah 2,9 GW sudah beroperasi secara komersial (COD/komisioning), 18,2 GW sedang konstruksi serta 11,4 GW perjanjian jual beli listriknya sudah ditandatangani namun belum konstruksi, 1,6 GW dalam proses pengadaan dan 954 MW sedang dalam tahap perencanaan.
Peningkatan kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan tersebut menelan biaya investasi sebesar USD 11,28 Miliar di tahun 2018.
Untuk tahun 2019 telah ditargetkan penambahan pembangkit ketenagalistrikan sebesar 3,9 GW, sehingga total kapasitas terpasang pembangkit menjadi 66,5 GW, 15.195 kms Transmisi, dan 27.631 MVA Gardu Induk. Pada tahun 2019 investasi untuk infrastruktur ketenagalistrikan ditargetkan sebesar USD 12,04 Miliar.















