“Langkah ini perlu diambil mengingat sebagian dari warga yang akan mendapatkan sambungan gratis belum tersedia jaringan listriknya,” ujar Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Djoko R. Abumanan dalam keterangan resmi PLN.
Ia menyebut, infrastruktur pendukung sistem kelistrikan di NTT terus dipercepat dengan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Ruteng – Bajawa. Adanya SUTT ini akan memperkuat dan memperluas jangkauan sistem interkoneksi di wilayah NTT. Transmisi tersebut akan melewati beberapa kabupaten antara lain: Manggarai Timur (Bojong) – Nagekeo, Ende (Kampung Ropa), Maumere, Wairita dan Kabupaten Larantuka.
Meskipun banyak kendala yang dihadapi dalam pembangunannya, mengingat sebagian besar kontur daerahnya berupa kepulauan, pegunungan, dan beberapa desanya terletak di lereng-lereng bukit, sehingga sulitnya akses untuk mengangkut material proyek, PLN tetap optimis pembangunan SUTT 70 kV di jalur Ruteng – Ropa dapat diselesaikan akhir tahun 2019.
“Untuk jangka pendek pada triwulan III, dapat dioperasikan section Ruteng – Bejawa,” kata Djoko.
Upaya yang dilakukan Pemerintah bersama PLN tersebut merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan jaringan kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat NTT, serta bentuk dukungan terhadap pengembangan industri dan potensi pariwisata di daerah tersebut.















