Mengacu laporan keuangan PermataBank, kredit yang disalurkan tercatat mencapai Rp 152,24 triliun pada semester I-2024. Nominal kredit ini bertumbuh 10,21% dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 138,13 triliun.
Tiga sektor terbesar penerima kredit dari BNLI diantaranya, kredit individual terkait kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan lain-lain; kredit ke sektor industri pengolahan; serta kredit ke sektor perdagangan besar dan kecil.
Secara kualitas, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank Permata secara bruto tercatat menurun dari 2,89% ke 2,41%.
Sedangkan secara neto, NPL sedikit meningkat dari posisi 0,32% menjadi 0,35%.
Dari kinerja kredit tersebut, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dibukukan hanya naik 1,54% menjadi Rp 4,81 triliun.
Hal ini dipengaruhi dengan peningkatan beban bunga dan beban syariah yang naik lebih tinggi dari pendapatan bunga dan syariah.
Namun demikian, sejalan dengan perbaikan NPL, provisi yang dibukukan cenderung menurun. Ini yang pada gilirannya menekan beban operasional perusahaan pada semester I-2024.
Sehingga meskipun NII tertahan dan menahan laju pendapatan operasional, namun beban operasional dapat ditekan lebih rendah.














