Alhasil pada semester I-2024, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Permata dapat menurun dari posisi 68,50% menjadi 65,45%.
Bank Permata membukukan total aset sebesar Rp258,4 triliun di semester I-2024 atau tumbuh 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan aset salah satunya didorong kinerja kredit juga tumbuh positif, khususnya untuk segmen korporasi.
Pihaknya berkomitmen untuk memastikan menjaga kualitas di masa mendatang. Adapun risiko kredit yang tercermin dari rasio loan at risk (LAR) Bank Permata terbilang terkendali di posisi 7,8%.
Dalam menjaga kebutuhan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit, lanjut Meliza, PermataBank tetap melakukan pendekatan secara konservatif, tercermin dari rasio NPL coverage dan rasio LAR coverage di level yang prudent masing-masing di level 337,9% dan 103,2%.
Penyelesaian kredit bermasalah tetap diupayakan bank melalui upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.
Selain itu, perusahaan akan tetap ekspansif dalam hal penyaluran kredit. Ini didukung likuiditas yang cukup memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) yang masih berada di posisi 78,2% pada semester I-2024, kendati meningkat dari sebelumnya yang sebesar 73,3%.














