Berdasarkan Prospektus IPO DOOH, sebesar 92,93 persen dari dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, sedangkan sisanya untuk belanja modal.
Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, DOOH juga menerbitkan 1,2 miliar Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham perseroan.
Setiap pemegang lima saham yang ditawarkan berhak memperoleh empat Waran.
Adapun dana yang dihimpun melalui penerbitan waran ini akan digunakan untuk modal kerja.
Saat IPO, saham DOOH tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4,26 kali.
“Hal ini menunjukkan optimisme pasar yang besar atas prospek dan kinerja perseroan,” ucap Doni.
Doni mengungkapkan, pada tahun ini perseroan menargetkan pendapatan bisa bertumbuh hingga dua kali lipat dibandingkan capaian di 2022.
Seperti diketahui, per 30 September 2023, jumlah pendapatan bersih DOOH mencapai Rp25,81 miliar atau melonjak 97,78 persen (y-o-y), sedangkan laba bersih sebesar Rp5,3 miliar atau bertumbuh 23 persen (y-o-y).
“Kami sangat optimistis dengan perkembangan industri periklanan dan perusahaan ke depan, terlebih lagi dengan jumlah aset media, serta skema beriklan Guaranteed ROAS yang kami miliki. Kami yakin dapat membantu berbagai brand dalam mengoptimalkan budget periklanan yang mereka miliki dan memberikan kinerja penjualan yang terukur,” paparnya.














