Lebih lanjut ia menyebutkan, lewat kerja sama ini GE tetap akan merawat peralatan dari GE atau dari pihak lain yang disediakan oleh Oeiginal Equipment Manufactirers (OEMs). Sebagai fasilitas paket lengkap, GE akan mengirim beberapa hal yang nantinya akan tersedia di pabik DSLNG. Seperti, SDM insinyur diagnostik khusus, pemantauan dan diagnostik, serta penawaran berbasis hasil (outcome-based) yang canggih dan dirancang untuk memaksimalkan aset kinerja manajemen dan operasi pemeliharaan pabrik.
Perusahaan yang sahamnya dimiliki bersama oleh PT Pertamina (Persero), PT Medco Energi Internasional Tbk, Mitsubishi Corporation, dan Korea Gas Corporation ini saat ini memiliki kapasitas ekspor sebanyak 2 juta ton LNG per tahun. Pabriknya sendiri berada di daerah Sulawesi Tengah. “Produksi LGG kami kebanyakan diekapor ke Jepang, Korea, dan juga India,” tegasnya.
Presiden Direktur GE Oil & Gas, Iwan Chandra menambahkan, dengan memanfaatkan keahlian teknik dan pengetahuan luas tentang analisis data yang besar, pihaknya mengaku mampu menciptakan sebuah siatem integrasi yang mengoptimalkan aliran san kualitas informasi untuk operator pabrik. “Kerja sama ini sebagai langkah besar ke depan dalam pemantauan dan diagnostik serta memiliki pitensi untuk membuka keuntungan produktivitas yang signifikan,” tegas Iwan. (TMY)















