Kepala BKPM itu menyebutkan, kegiatan investasi di triwulan I/2014 ini tetap berlangsung dengan baik dan meningkat dibanding periode yang sama tahun 2013, di tengah-tengah pelaksanaan Pemilihan Umum. “Hal ini dapat diartikan bahwa kepercayaan investor terhadap stabilitas politik dan kualitas demokrasi Indonesia, semakin baik,” ujarnya.
Jika dirinci sesuai sektor usaha, katanya, realisasi investasi PMDN di sektor listrik, gas dan air mencapai Rp11,3 triliun. Selanjutnya, investasi sektor industri makanan mencapai Rp4,8 triliun. Sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp4,6 triliun. Sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp3,1 triliun, serta sektor konstruksi sebesar Rp2,3 triliun. “Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat bahwa industri memberikan kontribusi sebesar Rp11,1 triliun atau 32,1 persen dari total PMDN,” paparnya.
Adapun lima besar sektor usaha yang meraup investasi PMA terbesar adalah sektor pertambangan mencapai 1,7 miliar dollar AS; sektor industri makanan 0,8 miliar dollar AS; sektor industri alat angkutan dan transportasi lainnya 0,6 miliar dollar AS; sektor tanaman pangan dan perkebunan 0,6 miliar dollar AS; dan sektor industri kertas, barang dari kertas dan percetakan 0,5 miliar dollar AS. “Apabila seluruh sektor industri digabung, maka sektor industri memberikan kontribusi sebesar 3,5 miliar dollar AS atau 50,9 persen dari total PMA,” terangnya.














