JAKARTA-Pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk menilai, target Partai Golkar memenangkan 60% Pilkada di seluruh Indonesia masih realistis. Apalagi Golkar itu partai besar yang memiliki mesin politik solid di seluruh Indonesia.
“Persoalannya sekarang, apakah Golkar mengajukan calon-calon di semua Pilkada yang berkualitas atau tidak? Jadi, kemenangan Pilkada saat ini tergantung kualitas calon-calon yang berlaga, karena dalam pilkada langsung, yang lebih dilihat itu figure, tokohnya,” katanya di Jakarta, pada Sabtu (21/1/2017).
Jika Partai Golkar melakukan hal tersebut kata Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, ditambah menggunakan instrumen survei untuk mengetahui tingkat kesukaan pemilih dan keterpilihan calon, maka, bukan hal mustahil Golkar bisa mencapai target menang Pilkada 60 persen. “Bahwa apa yang dilontarkan oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto soal target kemenangan Pilkada adalah hal yang sangat wajar. Mengingat partai golkar adalah partai besar. Dengan menyatakan seperti itu, maka optimisme dan kepercayaan diri kader Golkar di seluruh Indonesia semakin terbangun. Khususnya yang saat ini sedang berlaga di pilkada serentak 2017,” ujarnya.
Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe berpendapat, ambisi Setya Novanto menargetkan kemenangan 60 persen dalam Pilkada Serentak 15 Februari mendatang, cukup realistis. “Target kemenangan 60 persen ini merupakan target maksimal dalam politik dan realistis. Realistis mengingat Golkar merupakan partai besar dan sebagai partai pemanang kedua dalam pemilu tahun 2014 lalu,” tambahnya.
Menurut Ramses, setiap partai politik, memiliki standar analisa politik dalam setiap kali momentum pesta demokrasi. Standar analisa ini juga tentu diimbangi dengan indikator-indikator yang bisa mendukung analisa tersebut. “Hal itu tentu sudah diperhitungkan Golkar sehingga menargetkan kemenangan 60 persen dalam pilkada serentak 15 Februari mendatang,” pungkasnya.













