Menperin menambahkan, langkah mencetak startup juga mengambil momentum bonus demografi yang tengah dinikmati Indoneia hingga 15 tahun ke depan. Ini artinya era generasi milenial diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional semakin tinggi.
“Maka itu,pada tahun depan pemerintah fokus membangun kualitas SDM. Hal ini karena peran generasi muda sangat penting dalam upaya penumbuhan wirausaha industri baru,” tegasnya.Kombinasi antara pemanfaatan teknologi denga pengembangan SDM menjadi keunggulan Indonesia dalam impelementasi industri 4.0 termasuk upaya penumbuhan dan pengembangan IKM nasional agar berdaya saing global.
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pada rangkaian kegiatan Semarak Festival IKM 2018, dilaksanakan sejumlah penyerahan penghargaan, antara lain Penghargaan OVOP Bintang 5 dan Bintang 4, Penghargaan Making Indonesia 4.0 Startup, dan Penghargaan Kompetensi Jurnalistik Terkait Rebranding Tanggul Angin.
Selain itu, pemberian beberapa fasilitasi untuk pengembangan produk IKM, terdiri dari fasilitasi SNI pakaian bayi, mainan anak dan produk elektronik. Kemudian, fasilitasi sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP), fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), fasilitasi sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), fasilitasi sertifikasi Kompetensi Kerja Barista dan Perbengkelan Roda Dua, serta fasilitasi kemasan bagi IKM. “Juga, dilakukan penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal IKM Kemenperin dengan Alibaba Authorized Global Partner,” ungkapnya.
Scroll untuk lanjutkan membaca.
Halaman :















