JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution telah menyerahkan rekomendasi dari para menteri terkait terhadap hasil kajian konsultan independen yaitu Boston Consulting Group (BCG) mengenai proyek kereta cepat atau High Speed Train(HST) kepada Presiden Joko Widodo. Selanjutnya Presiden Jokowi akan mengumumkan sendiri secara langsung investor yang ditunjuk melaksanakan proyek kereta cepat itu. “Kita sudah rekomendasikan memang sudah kita rumuskan tadi malam. Tadi sudah kita laporkan kemudian Presiden menyampaikan bahwa dirinya yang akan mengumumkan,” kata Darmin kepada wartawan seusai bersama sejumlah menteri dipanggil Presiden Jokowi ke kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/9).
Menurut Darmin, salah satu prinsip dasar yang akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam memilih investor kereta cepat tersebut adalah pembiayaan proyek tidak boleh menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung maupun tidak langsung.
Namun demikian, lanjut Darmin, pemerintah memberikan izin apabila konsorsium yang terpilih untuk pembangunan proyek tersebut, mencari sumber pembiayaan lain yang tidak bergantung pada APBN, misalnya dari penerbitan obligasi. “Kalau dia punya modal atau menerbitkan obligasi, boleh. Tapi jangan diberi penyertaan modal (yang dananya berasal dari APBN), itu namanya (pemberian dari APBN) tidak langsung,” kata Darmin.















