Adapun 4 (empat) faktor penilaian yang bisa menjadi pertimbangan pemerintah dalam memutuskan investor kereta cepat, menurut Darmin, antara lain komitmen dan risiko yang ditanggung pemerintah, teknologi, dampak sosioekonomi dan rencana proyek.
RRT Dan Jepang
Sebagaimana diberitakan sebelumnya ada 2 (dua) investor yang sangat berminat dalam mewujudkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung itu, yaitu Tiongkok (RRT) dan Jepang.
Darmin Nasution menolak menyebutkan hasil keputusan yang telah diambil terkait proyek kereta cepat yang diincar dua calon investor itu. “Beliau (Presiden) yang akan umumkan. Kalau saya bilang berarti nanti saya melampaui Presiden,” ujarnya.
Terkait impact terhadap sosio-ekonomi dari proyek tersebut Darmin mengatakan, kalau dilihat pembagian bebannya, kalau dilihat dampak terhadap aspek-aspek ekonomi yang lain, kalau dilihat lokal konten, memang antara dua itu sebenarnya cenderung China (Tiongkok).
Tetapi, ia menambahkan, jika dilihat dari track record dan perkembangan teknologi, risiko, dan angka kecelakaan yang nol persen maka Jepang dinilai lebih unggul.
Sementara dari aspek pembiayaan, tegas Darmin, apapun nanti hasil keputusan yang akan diumumkan Presiden selalu didasari oleh satu hal yakni tidak akan ada beban bagi APBN termasuk garansi.















