KUPANG – Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Prof. Dr. Zainur Wula, S.Pd menjelaskan, dinamikan geopolitik dan geoekonomi seringkali memicu pergeseran nilai dan pandangan hidup masyarakat.
Tanpa fondasi yang kuat, hal ini dapat menjadi lahan subur bagi penyebaran paham radikalisme dan intoleransi.
Karena itu, Prof. Zainur juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Pancasila.
Baginya, Pancasila bukanlah sekadar dasar negara, melainkan sebuah filosofi hidup yang relevan dengan kultur dan budaya sosial masyarakat Indonesia yang beragam.
“Pendalaman Pancasila, bukan hanya dalam tataran teori tetapi juga implementasi dalam kehidupan sehari-hari, inilah kunci untuk memperkuat harmoni,” tegas Prof Zainur saat Kuliah Umum “Melawan Radikalisme dan Intoleransi: Memperkuat Harmoni dalam Kehidupan Kampus” yang diselenggarakan di Kupang, Selasa, 24 Juni 2025.
Kuliah umum ini diikuti oleh Ratusan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMK.
Selain Rektor UMK, Prof. Zainur, kegiatan yang digelar di Aula Kampus UMK ini menghadirkan narasumber Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah NTT, Drs. Husen Anwar.
Dalam pemaparannya, Prof. Zainur menyoroti bagaimana pengaruh globalisasi melalui dimensi geopolitik dan geoekonomi turut membentuk lanskap sosial di Indonesia.














