Menurut Sutopo, setidaknya ada tiga hal yang harus ditangani di Sinabung.
Pertama adalah pemenuhan kebutuhan dasar bagi 10.184 jiwa (3.030 Kepala Keluarga) pengungsi dari 11 desa yang tersebar di 10 pos pengungsian. “Saat ini semua kebutuhan dasar secara umum tercukupi,” ujarnya.
Kedua menyangkut relokasi bagi 2.053 KK (6.179 jiwa) dari 7 desa yang dinyatakan dilarang untuk kembali ke desa asalnya. Sutopo menyebutkan, mereka saat ini tinggal di hunian sementara. “Pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang memberikan bantuan sewa rumah Rp 3,6 juta/KK/tahun dan sewa lahan pertanian Rp 2 juta/KK/tahun,” jelasnya.
Hal yang ketiga adalah penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung yang non relokasi. Saat ini, lanjut dia, banyak warga desa di sekitar Gunung Sinabung yang tidak dapat melakukan budidaya pertanian dan perkebunan karena lahannya rusak akibat pasir dan debu erupsi. Beberapa fasum dan fasos juga rusak yang dinilainya memerlukan penanganan yang komprehensif baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memberikan sumbangan kemanusiaan sebesar Rp 6 miliar untuk korban erupsi Gunung Sinabung. Bantuan ini diserahkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa (23/6).














