Dari itu, total kebutuhan konsumsi tahunan diproyeksikan mencapai 2,841 juta ton.
“Jumlah 200 ribu ton raw sugar itu di bawah kebutuhan konsumsi sebulan. Kita coba sesuaikan karena kita juga harus tahu harga gula dunia dan currency rate, itu jadi pertimbangan. Tetapi yang jelas pemerintah harus punya cadangan pangan dan itu harus dikuasai oleh BUMN,” jelas Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.
Mengutip data food price index dari FAO, harga gula di pasar internasional di Januari 2025 sedang mengalami penurunan 6,8 persen menjadi 111,2 dibandingkan indeks Desember 2024 yang 119,3.
Sementara secara tahunan mengalami penurunan hingga 18,5 persen dibandingkan Januari 2024 yang berada di indeks 136,4.
“Penugasannya nanti kita akan bersurat kepada Menteri BUMN dan kita akan diskusikan ya. Kalau surat untuk Rakortas hari ini (12/2/2025) tadi dari Kementerian Pertanian. Kita coba proses, ini tidak instan juga. Tapi yang jelas hari ini stok gula kita cukup. Lalu berapa stok yang dikuasai oleh pemerintah itu menjadi penting, supaya pemerintah bisa leluasa intervensi,” pungkas Arief.














