Saaat ditanya lebih jauh kemungkinan dugaan adanya pemburu rente, alias mengejer fee dalam rencana akuisisi tersebut, Achsanul mengaku dirinya tidak mengetahui hal itu. “Wah, Kalau itu, saya tidak tahu apakah ada motif ekonomi atau fee dibalik rencana pembelian bank tersebut,” tegassya
Diakui Achsanul dirinya mendengar, PT Taspen akan menggandeng Bank Mandiri untuk mengakusisi bank tersebut. Padahal Bank Mandiri adalah bank besar dan sebaiknya tidak ikut-ikutan mengakusisi bank kecil di dalam negeri. “Bank Mandiri harusnya ekspansi buka cabang diluar atau beli bank di luar negeri. Jangan biarkan asing saja yang membeli bank-bank kita, kita juga bisa membeli bank asing di negaranya,” imbuhnya.
Ditanyakan latar belakang rencana akuisisi bank tersebut oleh PT Taspen dan Mandiri, Achsanul memperkirakan kemungkinan ini pendekatan yang dilakukan Bank Mandiri untuk menguasai seluruhnya dana milik PT Taspen. Apalagi dengan bunga nol persen tentunya sangat menguntungkan.
“Kita tahu, kinerja Bank Mandiri hampir disusul olehBRI. Makanya Bank Mandiri berusaha jangan sampai dilewati. Karena itu Bank Mandiri butuh nasabah besar seperti Taspen. Bayangkan, kalau semua uang pensiunan dikuasai Mandiri. Maka, dana pensiun yang lainnya seperti Asabri dan lainnya akan dikuasai juga,” ungkapnya.














