SOLA juga sedang mengkaji pengembangan bio bitumen. Inovasi ini mampu menghasilkan aspal dari produk sampingan pengolahan minyak nabati.
Sehingga lebih ramah lingkungan dan sustainable.
Bhadaiwi menambahkan, selama ini kebijakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang dilakukan Perseoran memiliki tujuan untuk mengembangkan produk inovatif dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan konstruksi.
“SOLA juga menetapkan area prioritas untuk kegiatan R&D, seperti peningkatan kualitas aspal, pengembangan teknologi konstruksi yang lebih efisien dan eksplorasi bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan,” tandasnya












