Senada, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, menyatakan bahwa apa yang dilakukan Koster jelas membuka peluang usaha atau lapangan kerja bagi anak muda.
Langkah begini sangat krusial mengingat Indonesia akan memperoleh bonus demografi. Sehingga butuh lapangan kerja yang besar.
“Karena tanaman-tanaman hias itu salah satu peluang untuk generasi milenial untuk tertarik ke dunia pertanian. Pertanian itu bukan hanya sawah, pertanian itu banyak yang eksotis. Justru pertanian tanaman hias ini memiliki value yang tinggi,” kata Arif.
“Itu akan menarik anak-anak muda kembali ke pertanian,” sambungnya.
Menurut dia, bunga gemitir di Bali tak hanya digunakan untuk upacara adat keagamaan semata. Tapi kini bisa dimanfaatkan hal lain.
“Kalau ini dikembangkan dengan diversifikasi produk yang lebih luas, saya kira harganya akan lebih banyak lagi. Selama ini kan hanya untuk upacara. Tapi dengan melihat potensi gemitir untuk minyak, untuk makanan, teh, saya yakin ini akan lebih besar lagi,” kata Arif.














