BEKASI-Presiden Joko Widodo meresmikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (4/5).
Dalam pidatonya, Kepala Negara mengaku pernah 9 tahun ngontrak sebelum akhirnya bisa membeli rumah dengan cara menyicil.
Proyek perumahan tapak yang bernama Villa Kencana Cikarang ini akan dibangun sejumlah 8.749 unit rumah di lahan seluas 105 hektar.
Hingga saat ini, yang sudah dibangun 4.734 unit dan merupakan bagian dari program sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Presiden mengatakan, pemerintah ingin sekali memenuhi hak rakyat untuk memiliki rumah.
Apalagi dengan meningkatnya harga tanah di perkotaan dan di kawasan industri menjadikan semakin penting keberpihakan pemerintah kepada hak dasar rakyat yaitu rumah.
Presiden mengaku senang dengan pembangunan rumah untuk rakyat seperti yang ada di Villa Kencana Cikarang ini.
Ia menyebutkan, sudah dibangun 4.734 unit, dan akan dibangun lagi 4.015 unit, yang sudah akad 3600 unit.
Tipe rumahnya 25/69, artinya bangunan 25 meter tanah 60 meter.
Harganya Rp112 juta-Rp140 juta.
Dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
“Lebih dari cukup menurut saya. Dulu saat saya ngontrak rumah kemudian memiliki rumah dengan tipe ini sudah cukup. Ini tipe 25, 2 kamar, daripada ngontrak, saya dulu 9 tahun ngontrak,” ungkap Presiden.













