Karena itu, Presiden Jokowi bersyukur dengan rumah tapak MBR di Bekasi ini.
Sebelumnya, Presiden juga meresmikan rusunami di Tangerang dengan cicilannya Rp1,2 juta per bulan.
“Bedanya di situ, kalau saya milih rumah tapak. Kalau boleh saya beli satu Pak Dirut (Dirut BTN) boleh ndak…. tapi nyicil juga lohhh,…. Enggak berani jawab Pak Dirut,” kata Presiden yang disambut tawa para pengunjung yang hadir di acara tersebut.
Presiden meyakini, dengan harga Rp112 juta-Rp140 juta, maka kalau gaji Rp3,5 juta cukup untuk mencicil satu bulan Rp750 ribu.
“Kan kalau rezeki Allah yang mengatur, nanti kalau ada rezeki yang lebih baik membeli rumah yang lebih gede. Tapi paling tidak rakyat sudah memiliki rumah terlebih dahulu,” tutur Presiden seraya menambahkan pemerintah menyiapkan fasilitas itu dengan ada bantuan uang muka sebesar Rp4 juta disiapkan sehingga DP itu bisa terbayarkan.
Diakui Presiden Jokowi, rumah yang diresmikannya itu belum mempunyai dapur, karena menggunakan konsep rumah tumbuhan.
“Dari 60 meter baru dipakai 25 meter, di belakang dan di depan masih ada tanah sisa. Jadi inilah yang ingin kita bangun di seluruh kota di tanah air,” terang Presiden.
Presiden menjelaskan, bahwa pembangunan rumah tapak ini sudah dianggarkan di APBN, di DIPA di Kementerian PU.














