JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia / Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI/BP2MI) secara resmi meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah untuk calon pekerja migran (CPMI) yang akan bekerja di luar negeri. Peluncuran program KUR dilakukan di Aula KH Abdurrahman Wahid, kantor BP2MI, Jakarta, Rabu (11/3).
Menteri P2MI/Kepala BP2MI, Mukhtarudin menjelaskan bahwa banyak Calon pekerja Migran yang kesulitan pembiayaan saat hendak bekerja ke luar negeri. Bahkan ada yang meminjam dari pihak ketiga dengan bunga tinggi.
“Selama ini banyak pekerja migran terpaksa meminjam dari pembiayaan yang bunganya sangat tinggi.Bunganya sangat besar hingga 12 persen. Dengan KUR ini bunganya 6 persen, jadi sangat membantu dari sisi pembiayaan,” jelas Mukhtarudin.
Ia menambahkan bahwa program KUR ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu PekerjaMigran, mulai dari pelatihan hingga keberangkatan.
“Besarnya KUR maksimal 100 juta. Bisa digunakan untuk proses sertifikasi, pelatihan, pengurusan dokumen, ticketing, dan lain-lain. Tenornya tiga tahun sesuai kontrak kerja,” ujarnya.
Selama ini, banyak CPMI yang mengalami kesulitan mengakses pembiayaan untuk modal bekerja di luar negeri. Melalui program KUR khusus ini, diharapkan apa yang menjadi persoalan CPMI bisa teratasi.














