Lebih lanjut Inarno mengungkapkan, upaya OJK dalam melakukan stress test tersebut dikarenakan sejauh ini berbagai pihak tidak mengetahui seberapa besar dampak negatif yang akan muncul dari ketidakmampuan ekonomi dunia.
“Kita tidak pernah mengetahui bahwa pergolakan di luar seberapa jauh pergolakannya dan kondisi geopolitik seberapa besar pengaruhnya terhadap ekonomi kita. Maka, kami sendiri harus menyiapkan stress test,” tutur Inarno.
Pada dasarnya, papar Inarno, sejauh ini kinerja IHSG masih menjadi yang tertinggi di banding bursa Asean.
Per 11 Oktober 2022, IHSG tercatat menguat 5,43 persen (year-to-date) ke level 6.939.
Bahkan pada 13 September 2022 sempat menyentuh level all-time high di posisi 7.318, meskipun hari ini turun (pukul 14.30) ke level 6.845.
Per 11 Oktober 2022, kata Inarno, nilai kapitalisasi pasar di BEI sudah mencapai Rp9.142 triliun atau meningkat 10,75 persen (y-t-d).
“Kita ini masih merupakan pasar modal yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun dari luar negeri,” tegas Inarno.














