Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab negara sesuai konstitusi—yakni memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar—masih menjadi tantangan besar di tengah klaim tingginya kepuasan publik.
Hasto menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang siap memberikan masukan agar pemerintah tidak terlena dengan angka survei, melainkan tetap fokus pada kerja-kerja riil.
“PDI Perjuangan dalam fungsi sebagai penyeimbang memberikan masukan agar approval rating ini dikonversikan menjadi kinerja nyata,” jelasnya.
Politisi asal Yogyakarta ini berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat terus memastikan demokrasi berjalan baik, sistem hukum bebas korupsi, dan terciptanya keadilan sosial. Bagi PDI Perjuangan, kerja nyata di sektor riil tetap menjadi prioritas utama.
“Kita bertanggung jawab agar negara selalu hadir. PDI Perjuangan siap menjadi mitra dalam mendorong gagasan-gagasan positif agar kerja nyata benar-benar menjadi kriteria utama bagi rakyat,” pungkas Hasto.















