Sementara itu, monitoring kondisi muka air gambut dilakukan dengan teknologi Sesame (alat pengukur sensor online). “BRG mewajibkan perusahaan untuk menggunakan teknologi Sesame dan sejenisnya. Ini juga menjadi alat deteksi dini terhadap kekeringan gambut yang berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya.
Nazir Foead menegaskan BRG melakukan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat mengenai pembukaan kanal di lahan gambut di Pulau Padang, Riau. Tim penilai BRG telah turun ke lapangan, pelaku pembukaan telah dipanggil. “Bersama dengan masyarakat, BRG sedang merancang penyekatan kanal di areal masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat di tingkat tapak, pelaku usaha dan kelompok masyarakat sipil dalam penyelamatan ekosistem gambut. “Upaya Pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya lahan gambut, perlu partisipasi dan kontrol publik yang kuat. Kelompok Masyarakat Sipil dan para jurnalis memegang peran vital dalam urusan ini,” pungkasnya.














