“Selain itu, kami menyiapkan program pilot project SMK, yang bertujuan membangun satu education center sebagai showcase di salah satu SMK di Sulteng, yang dilengkapi peralatan perbengkelan dan modul pelatihan mekanik sepeda motor sesuai dengan SKKNI dan teknologi terkini,” ungkap Menperin
Kemenperin juga memberikan fasilitas pengembangan SDM kepada masyarakat di Sulawesi Tengah berupa rumah produksi di Biromaru, Kabupaten Sigi kepada Kelompok Usaha Industri Kecil Menengah (IKM), mesin dan peralatan IKM, serta peralatan bengkel kepada 50 Kelompok Wirausaha Baru (WUB).
Airlangga menambahkan, Kemenperin juga telah mengirimkan lima Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang dilengkapi aplikasi penjernih air. Kelima AMMDes tersebut didistribusikan kepada BUMDES Nadoli, BUMDES bersama Masagena dan Kelompok Bahari 88 dari tiga wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah, yakni Palu, Donggala, dan Sigi.
“Sesuai karakteristik AMMDes, unit yang dikirim ke Sulawesi Tengah juga dilengkapi Power Take Off (PTO) yang mampu menggerakkan alat produksi serta utilitas dan alat bantu kerja lain sehingga dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” ujarnya.
AMMDes merupakan hasil pengembangan anak bangsa dengan jumlah komponen lokal mencapai hampir 90 persen dengan melibatkan IKM, sebagai vendor komponennya hingga 42 persen. Saat ini, AMMDes terus dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan produksi masyarakat.















